HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800.000 debitur di seluruh Indonesia.

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Peluncuran KUR secara nasional dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dari Surabaya, Selasa (21/10/2025), melalui siaran langsung Zoom Meeting.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga meresmikan Kredit Program Perumahan (KKP) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga penciptaan lapangan kerja baru. Setiap usaha produktif yang dibiayai KUR rata-rata dapat menyerap tiga hingga lima tenaga kerja,” ujar Airlangga.

Airlangga menargetkan penyaluran KUR tahun 2025 mencapai Rp300 triliun, dengan fokus pada sektor produktif seperti industri manufaktur, pertanian, serta makanan dan minuman.

Ia juga menyebutkan, tingkat kredit macet (NPL) KUR tercatat hanya 2,28 persen, jauh lebih rendah dibandingkan kredit non-KUR sebesar 4,55 persen.

Pemerintah berkomitmen memperluas jangkauan KUR hingga ke luar Pulau Jawa, termasuk memberikan fasilitas pembiayaan bagi calon pekerja migran yang memerlukan dukungan pendidikan dan pelatihan.

Sementara itu, melalui KKP, pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran Rp130 triliun, di mana Rp113 triliun difokuskan untuk mendukung sektor konstruksi dan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.