Dalam sambutannya, Nyanyang menyebut bahwa KUR merupakan instrumen penting dalam memperkuat ekonomi rakyat dan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“KUR bukan sekadar pembiayaan, tetapi wujud nyata kehadiran negara dalam memperkuat ekonomi rakyat. Melalui KUR, masyarakat kecil bisa naik kelas, mandiri, berdaya, dan sejahtera,” ungkap Nyanyang.

Menurut data Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi Kepri, hingga semester I tahun 2025, total penyaluran KUR di Kepri mencapai Rp793,5 miliar kepada 10.695 debitur, dengan rincian:

KUR Mikro: 9.155 debitur (Rp410,13 miliar)

KUR Kecil: 1.431 debitur (Rp382,31 miliar)

KUR Super Mikro: 109 debitur (Rp1,06 miliar)

Penyaluran terbesar berasal dari Kota Batam sebesar Rp465,56 miliar kepada 5.058 debitur, disusul oleh Kabupaten Bintan (Rp87,76 miliar), Karimun (Rp92,51 miliar), Natuna (Rp42,45 miliar), Lingga (Rp20,95 miliar), Kepulauan Anambas (Rp24,18 miliar), dan Kota Tanjungpinang (Rp60,09 miliar).

Sektor penerima terbesar meliputi perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta jasa kemasyarakatan dan sosial.