Nyanyang menambahkan, pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, OJK, Bank Indonesia, serta kementerian dan lembaga terkait.

Namun, ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan akses pembiayaan di wilayah kepulauan dan rendahnya literasi keuangan masyarakat.

Sebagai solusi, Pemprov Kepri meluncurkan subsidi margin nol persen bekerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah.

Sejak 2021 hingga September 2025, sebanyak 1.667 UMKM telah menerima bantuan permodalan senilai Rp39,7 miliar.

“Kami tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tapi juga mendorong pemberdayaan. Tahun ini berbagai pelatihan dan pendampingan usaha terus digencarkan  mulai dari pembukuan, desain produk, hingga digitalisasi pemasaran,” kata Nyanyang.

Ia juga menyambut baik peluncuran program Kredit Program Perumahan (KKP) yang diharapkan mampu memperluas akses kepemilikan rumah bagi pelaku UMKM dan masyarakat pekerja.

“Melalui KUR dan KKP, kita tidak hanya memperkuat ekonomi, tetapi juga memperluas kesejahteraan,” tutupnya.