Menurutnya, penguatan keterampilan dalam CSSR sangat penting karena penanganan korban reruntuhan harus dilakukan dalam periode emas atau golden time 72 jam pertama pascabencana.

Dalam simulasi tersebut, tim melakukan beberapa skenario praktik mulai dari pencarian korban yang terjebak, penilaian material reruntuhan, proses evakuasi, hingga stabilisasi bangunan agar aman dalam proses penanganan.

Kantor SAR Natuna berharap melalui simulasi ini kemampuan teknis personel semakin siap ketika dibutuhkan dalam operasi SAR yang sebenarnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal terutama dalam penyelamatan jiwa manusia.