HARIANMEMOKEPRI.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti hadir mendampingi dalam Rakor tersebut.

Rakor kali ini tidak hanya membahas pengendalian inflasi, tetapi juga kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, serta evaluasi dukungan daerah terhadap program penyediaan 3 juta rumah.

Dalam paparannya, Tito menyebutkan inflasi nasional per Februari 2026 tercatat 4,76 persen year on year (yoy), sedikit di atas target pemerintah yang berada di kisaran 2,5 persen ±1 persen.

Inflasi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga perawatan pribadi, jasa lainnya, serta energi dan perumahan.

“Angka ini masih tergolong ringan secara teoritis, tetapi mulai dirasakan masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah,” ujar Tito.

Di Kepulauan Riau, kondisi inflasi tetap terkendali dengan angka 3,54 persen dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) 0,7 persen.

Komoditas penyumbang inflasi utama di Kepri antara lain emas perhiasan dan tiket angkutan udara.

Selain inflasi, pertumbuhan ekonomi Kepri juga menjadi sorotan. Pada triwulan IV 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,39 persen, sementara Kepri mencatat pertumbuhan 7,89 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

“Hampir semua kabupaten dan kota di Kepri mencatat pertumbuhan positif,” kata Tito.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan, tren positif pertumbuhan ekonomi Kepri telah terlihat sejak kuartal II 2025.

Lima kabupaten/kota bahkan tumbuh lebih cepat dibandingkan rata-rata nasional.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan, capaian ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ansar menegaskan bahwa Pemprov Kepri akan terus mengawal inflasi, menjaga stabilitas harga, dan memastikan kesiapan arus mudik-balik menjelang Idul Fitri.

“Kita terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” tutup Ansar.