Haris mengatakan sebagai pemuda harus mempersiapkan diri untuk menjawab tantangan masa depan pembangunan daerah.
“Kita (pemuda) harus mampu berdaya saing, mandiri dan memiliki karakter yg kuat. Kedepan dengan pembangunan daerah semakin berkembang, jadilah pemuda yang berakhlak mulia jauhi tawuran, isi dengan kegiatan kegiatan positif untuk kemajuan Daerah,” ucap Haris.
Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olah Raga atas ditunjuknya Kabupaten kepulauan Anambas sebagai salah satu dari 6 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah Sosialisasi Pemuda Anti Tawuran,
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi pemuda di Anambas untuk mengisi pembangunan di daerah,” katanya.
Sementara itu, Kabid Peningkatan Imtaq Pemuda ibu Nuhairiah dalam sambutannya menyampaikan, tawuran meningkat tajam sepanjang tahun 2018. Pada tahun 2017 hanya lebih kurang 12% di tahun 2018 menjadi 14%,”Kenaikan persentase yang cukup tinggi,” ujarnya.
“Tentu ini menjadi perhatian pemerintah pusat akan persoalan Tawuran Pemuda untuk itu pemerintah melalui kementerian pemuda dan olah raga bersama pemuda melaksankan kegiatan Sosialisasi Pemuda Anti Tawuran sebagai pilot projek di 6 Daerah di Indonesia salah satunya di Kabupaten kepulauan Anambas,” tutup Nuhairiah.
Penulis | Pinni
30 Juli 2019 21:47
Kemenpora Gelar Sosialisasi Pemuda Anti Tawuran
Kemenpora Gelar Sosialisasi Pemuda Anti Tawuran

