Harian Memo Kepri | Tanjungpinang — Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) membentuk 21 team untuk turun ke seluruh lokasi prioritas ( Lokpri ) yang terletak di Perbatasan Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas ( Plt ) Sekretaris BNPP Suhajar Diantoro saat membuka Raker Percepatan dan Penyaluran Dana Desa di Hotel Aston, Selasa (25/20).
Ia mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah kepala BNPP yang juga Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang mengintruksikan jajaran di lingkungan BNPP untuk turun ke 222 (dua ratus dua puluh dua) Kecamatan Lokpri.
Dengan turunnya jajaran pejabat di lingkungan BNPP ke 222 Kecamatan Lokpri, untuk mengidentifikasi usulan kegiatan strategis yang disampaikan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Berbagai usulan kegiatan strategis berbasis Lokpri tersebut akan dibahas bersama kepala biro perencanaan kementerian atau lembaga anggota BNPP, dan selanjutnya akan dilaporkan kepada Pak Menteri Tito dan akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo,” jelas Suhajar.
“Bapak Presiden sangat serius dalam menangani batas negara, saya Insya Allah akan meletakkan kegiatan (Gerbangdutas) yaitu Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan, ini akan dilakukan di Pulau Anambas yang akan dihadiri oleh Menkopolhukam bersama Mendagri, selain itu ada juga Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata, dan Menteri Kelautan,” ucapnya.
Suhajar menambahkan bahwa di Anambas nanti rencananya Presiden dan Menkopolhukam akan melaunching serta mengumumkan kepada seluruh rakyat nominal dana alokasi dari Presiden untuk perbatasan tahun 2020, karena Presiden ingin wilayah perbatasan dan pinggiran bisa ditangani dengan baik.
“Dilokasi Gerbangdutas itu juga kita akan selipkan proyek-proyek pembangunan di kabupaten perbatasan seperti Kantor Pemerintah, Dermaga Roro, Dermaga Letung dan tiga Puskesmas, karena Anambas merupakan salah satu pulau perbatasan langsung dengan negara Singapura,” Tutup Suhajar.
Penulis | Indrapriyadi









