“Perubahan kondisi cuaca di sekitar Perairan Tanjungpinang juga dapat memengaruhi peningkatan ketinggian air laut sewaktu-waktu,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir, untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi.

Potensi banjir rob tersebut diperkirakan dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat barang, aktivitas di pemukiman pesisir, serta sektor perikanan darat.

Masyarakat diharapkan selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG, maupun media sosial BMKG Tanjungpinang guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.