HARIANMEMOKEPRI.COM — Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak Duta Besar UEA ( Uni Emirat Arab) Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri berkunjung ke Pulau Penyengat, Rabu, (02/2023).
Kunjungan Dubes UEA Abdulla Salem ke Pulau Penyengat ini untuk menggenapi kunjungannya di Indonesia dan ASEAN termasuk ke Tanjungpinang.
Baca Juga: Danrem 033 WP Salurkan Sarapan Merah Putih Serta Cek Kesiapan Kunjungan Presiden RI
Dubes UEA Abdulla Salem yang baru pertama kali mengunjungi Pulau Penyengat mengaku pemerintahnya dengan senang hati siap mendukung upaya pelestarian kitab dan manuskrip kuno di Pulau Penyengat. Ia secara khusus meminta daftar hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menjaga kualitas kitab-kitab koleksi Khutubkhanah Marhum Ahmadi.
Setibanya di kompleks Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Dubes UEA Abdulla Salem langsung menuju Rumah Sotoh untuk melihat kitab dan manuskrip kuno koleksi Khutubkhanah (perpustakaan) Marhum Ahmadi. Ia terlihat begitu terkesima dengan koleksi Khutubkhanah Marhum Ahmadi yang dididirikan Yang Dipertuan Muda Riau ke-X Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi.
Dari Rumah Sotoh, Dubes UEA Abdulla Salem dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad langsung masuk ke dalam Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat untuk menunaikan ibadah sholat dan dilanjutkan membaca doa bersama yang dipimpin Dato’ Raja Alhafiz.
“Ini kunjungan saya yang pertama kesini, dari awal datang sampai sekarang ada banyak keindahan dan hal-hal luar biasa yang saya temui, saya berjanji ini bukan kunjungan terakhir saya dan akan berkunjung lagi dan lagi,” kata Dubes UEA Abdulla Salem.
Sementara itu Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkapkan kunjungan Dubes UEA Abdulla Salem ke Tanjungpinang dapat terjadi berkat inisiasi dari Laksamana TNI (purn) Marsetio yang berteman baik dengan Dubes UEA Abdulla Salem.
Adapun alasannya membawa Dubes UEA Abdulla Salem ke Pulau Penyengat adalah untuk melihat pulau yang sarat akan wisata religi Islam dan budaya Melayu.
“Tadi sebelum kesini kita juga ajak beliau mengitari Pulau Sore, lalu kita ingin memperlihatkan langsung kekayaan pariwisata dengan balutan religi dan budaya di Pulau Penyengat,” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Laksamana TNI (purn) Marsetio juga melayangkan pujian untuk Duta Besar UEA Abdulla Salem yang menurutnya bukan hanya sekedar menjadi representasi negara UEA di Indonesia, tetapi benar-benar menginisiasi kerjasama yang baik antar kedua negara.
“Jalan Layang Tol MBZ di Cikampek dan jalan raya Joko Widodo di Abu Dhabi adalah berkat upaya dari his excellency, jadi ambassador UEA tidak hanya memberi janji tapi mewujudkan hasil yang nyata,” ungkap Laksamana TNI (Purn) Marsetio.
Dari Penyengat, Dubes UEA Abdulla Salem langsung menuju Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) untuk memberikan kuliah umum tentang pengembangan sumber daya manusia dan kesehatan publik dalam lingkup kerja sama internasional.***

