HARIANMEMOKEPRI.COM — Bangsa Palestina masih membutuhkan dukungan dari berbagai seluruh penjuru dunia.

Tak terkecuali Provinsi Kepulauan Riau, ribuan masyarakat berdoa dan bersholawat bersama dalam membasuh luka Bangsa Palestina.

Baca Juga: Tenggelam Saat Memancing, BPBD Kabupaten Bintan Lakukan Pencarian Korban Bersama Unsur Terkait

Acara doa bersama ini di gagas sebagai bentuk solidaritas rakyat Indonesia kepada Bangsa Palestina dalam aksi damai di Pelataran Tugu Sirih, Tepi laut Tanjungpinang, Minggu (19/2023) pagi.

Acara yang digagas oleh Forum Kemanusiaan Palestina Kepri ini bertajuk Doa dan Sholawat Membasuh Luka Palestina. Dalam aksi ini juga ditargetkan terkumpul donasi sebesar Rp 1 miliar untuk kemanusiaan di Palestina.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjungpinang Barat Bripka Fajar Ramadhan Dengan Warga Sekitar Takklukan Ular Sawah Sepanjang 2,5 Meter

Pada kegiatan ini dimeriahkan Taufiq Qosim Al ‘Iwadhy yang dihadirkan langsung ketua panitia pelaksana Ustadz Dedy Sanjaya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang berkesempatan jadi yang pertama menyampaikan orasi, mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menggagas acara ini.

Baca Juga: Dua Tersangka Korupsi Pembangunan Infrastruktur BTS 4G Bakti Kominfo Kembalikan Uang Sejumlah Rp31 Milyar Kepada Jampidsus Kejagung RI

Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan bersama hari ini adalah bentuk rasa simpati yang mendalam terhadap saudara-saudara di Palestina.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan Palestina bagi Bangsa Indonesia adalah negeri yang sangat penting. Karena dalam sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Baca Juga: Seorang WNA Asal Spanyol Dideportasi Ke Negaranya Akibat Kehabisan Solar Dan Tidak Memberitahukan Kepada Petugas

Palestina adalah salah satu negara yang pertama kali mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia.

Yang diumumkan oleh Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dan seorang saudagar kaya Palestina Muhammad Ali Taher, pada 6 September 1944.

Baca Juga: Seorang WNA Asal Spanyol Dideportasi Ke Negaranya Akibat Kehabisan Solar Dan Tidak Memberitahukan Kepada Petugas

“Banyak korban di negeri yang sangat kita cintai, negerinya para nabi dan rasul. Maka kita bersama wajib melindunginya dengan doa-doa dari bibir kita yang tulus dan ikhlas,” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga menegaskan bahwa perjuangan bangsa Palestina adalah perjuangan yang sah dan mulia untuk mencapai kemerdekaan, berdaulat, dan merdeka di tanah mereka sendiri.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Skuad Garuda Asuhan Shin Tae Yong Kandas Dengan Irak 1-5

Ansar meminta agar tidak ada pihak di Indonesia yang memposisikan kelompok-kelompok di Palestina sebagai kelompok ekstremis atau teroris.

“Karena sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia, di masa lalu kelompok pejuang kita disebut ekstremis oleh penjajah”

Baca Juga: Piala Dunia U17 : Indonesia U17 Kalah Telak Atas Marokko 1-3 , Panama vs Ecuador Imbang 1-1

“Tapi sesungguhnya mereka adalah pejuang yang memperjuangkan bangsa. Maka setiap peringatan hari besar kenegaraan kita selalu mendoakan mereka agar menjadi syuhada,” tuturnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga mengapresiasi bangsa Indonesia, terutama Presiden Jokowi yang sangat berani memposisikan Indonesia mengutuk keras kekejaman zionis Israel.

Baca Juga: SMP Negeri 7 Tanjungpinang Gelar Pentas, Hasan: Kegiatan Ini Bisa Kembangkan Bakat dan Talenta Murid

Dirinya menyebutkan bahwa ini sebagai bentuk solidaritas yang harus terus ditingkatkan.

“Mari bagi kita yang diberikan kelebihan rezeki, sama-sama memberikan sumbangsih kita meringankan beban saudara kita di Palestina,” terang Ansar.

Baca Juga: Hadiri Rapat Koordinasi BP KPBPB, Sekda Paparkan Keunggulan Berinvestasi di Tanjungpinang

Acara doa dan sholawat bersama ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Para peserta mengangkat bendera Palestina dan spanduk-spanduk yang mengecam kebiadaban Israel.

Baca Juga: Sah !! APBD 2024 Provinsi Kepri Ditetapkan Sebesar Rp4,329 Triliun

Mereka juga mengikuti doa dengan khusyuk dan bersholawat bersama-sama. (adv)