Keempat tersangka ini berinisial RE selaku ketua Pokja, kemudian tersangka EYS selaku Direktur PT Ryantama Citrakarya Abadi, pelaksana proyek, tersangka GTR sebagai wiraswasta dan tersangka AC sebagai perantara proyek.
Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Hany Wanike Pasaribu melalui, Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang Imam Asyhar menjelaskan selain tersangka RE, ia juga sudah menerima pengembalian uang dari tersangka AC, sebesar Rp100 juta.
Dari total uang yang AC terima sebesar Rp30O juta, sebagai jasa perantara suap proses pemilihan pemenang penyedia barang dan jasa pelaksanaan lelang proyek yang memiliki anggaran senilai Rp37 miliar dengan nilai kontrak Rp34 miliar dari APBN tahun 2020.
“Pengembalian uang kerugian negara sebesar Rp500 juta ini, kembali kita peroleh dari tersangka RE selaku penerima suap. Sebelumnya, tersangka RE juga sudah mengembalikan uang sebesar Rp.1,5 Miliar dari total uang suap yang ia terima sebesar Rp.2 miliar,” jelasnya.
Baca Juga: Kurang Dari 24 Jam Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Amankan Empat Pelaku Pencurian Sparepart Motor
Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang menambahkan artinya, dengan pengembalian uang senilai Rp500 juta dari tersangka RE ini, ditambah pengembalian sebelumnya sebesar Rp1,5 Miliar dan ditambah lagi Rp100 juta dari tersangka AC.
“Maka sesuai perhitungan kerugian negara sebesar Rp2,3 Miliar, masih tersisa Rp200 juta lagi dari tersangka AC dari jumlah uang yang ia terima Rp300 juta saat itu,”pungkas Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang

