2. Maisir (berjudi)

3. Khalwat (berdua-duaan pria-wanita bukan muhrim di tempat sepi)

4. Ikhtilath (bercumbu dengan pasangan bukan muhrim)

5. Zina

6. Pelecehan seksual

7. Pemerkosaan

8. Qadzaf (menuduh seseorang berzina tanpa dapat mengajukan empat saksi)

9. Liwath (gay)

10. Musahaqah (lesbian).

Baca Juga: Dalam Sepekan, Polresta Tanjungpinang Ungkap 3 Orang Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Kesepuluh pelanggaran itu berpotensi membuat pelanggar dicambuk meski kadang hakim menjatuhi hukuman penjara. Untuk diketahui, satu kali cambuk setara dengan 30 hari penjara.

Selain hukuman pokok, hakim juga dapat menjatuhkan hukuman (ta’zir) tambahan bagi pelanggaran. Jenis hukuman tambahan diatur pada pasal 4 ayat 5 yakni:

a. pembinaan oleh negara;

b. Restitusi oleh orang tua/wali;

c. pengembalian kepada orang tua/wali; d. pemutusan perkawinan;

Baca Juga: Polresta Tanjungpinang Kembali Meringkus Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur

e. pencabutan izin dan pencabutan hak;

f. perampasan barang-barang tertentu;

g. kerja sosial.