HARIANMEMOKEPRI.COM — Richard Eliezer yang merupakan narapidana kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat menceritakan momen terberat baginya selama proses persidangan berlangsung.

Menurut Richard Eliezer ada dua moment yang dirasa berat ketika dirinya menjalani proses persidangan yang begitu lama dan menyita perhatian publik.

Bukan ketika dirinya bertemu kembali dengan Ferdy Sambo tetapi ketika harus berhadapan langsung dengan orang tua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Menghadapi langsung orang tua dari korban pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ketika proses persidangan hal itu membuat Richard Eliezer merasa sangat bersalah.

Baca Juga: Arie Kriting dan Indah Permatasari Pamer Rumah Baru Pasca Dibandingkan Ibundanya Nursia dengan Menantu Baru

Rasa bersalah dan permohon saja memang dirasa Richard Eliezer tidak cukup untuk keluarga besar Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terutama orang tuanya,

“Saya berharap saya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan yang saya lakukan. Saya berusaha menebus kesalahan saya dengan berkata jujur” ucapnya

Richard Eliezer menambahkan saat dirinya harus bersimpuh meminta maaf kepada orang tua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, bukan untuk meminta rasa iba, tapi sebuah perasaan untuk menjelaskan rasa penyesalan terdalam yang ada dari dirinya.

Setelah penyesalan dan permohonan maaf maaf ke orang tua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, keberanian untuk mengatakan kejujuran muncul dengan sendirinya. Sebagaimana dikutip harianmemokepri.com di kanal Youtube.com Kompas Tv pada 10 Maret 2023.

Baca Juga: Fakta Terkini Kiky Saputri Lupa Beri Undangan ke Sule di Pesta Pernikahan Ini Info Selengkapnya

Selain itu moment terberat lainnya juga dirasakan Richard Eliezer ketika harus mengatakan semua hal yang terjadi ketika pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dilakukan secara jujur dan terang-terangan dihadapan hakim.

Dirinya tidak menyangka dirinya bisa menahan penyesalan dalam menjelaskan seluruh perbuatannya di hadapan hakim, “Itu butuh kekeuatan betul, tapi memang sebelum sidang saya berdoa bersama tim penasihat hukum untuk menguatkan saya agar di persidangan saya bisa kuat, untuk tetap berkata jujur,” ujar Richard Eliezer.

Di sisi lain dukungan orang tua jugalah membuat Richard Eliezer berani berkata jujur mengungkap peristiwa yang terjadi di Duren Tiga. Sedari kecil dirinya dididik untuk berkata jujur.

Baca Juga: Usai Bercerai Pertemuan Nathalie Holscher dan Sule Tetap Harmonis

Bisa berbicara dengan mama menjadi kekuatan tersendiri untuk Richad Eliezer, “Waktu itu saya dikasih kesempatan untuk telepon mama, saya bilang ma saya mau berkata jujur ke penyidik dan mama saya bilang ke saya lebih baik kamu jujur dek, mama bangga sama kamu kalau kamu jujur,” ujarnya.

Itulah dua moment berat yang harus dilalui Richard Eliezer ketika proses persidangan kasus pembunuhan berencana dan dirinya mendapat hukuman 1,6 tahun hukuman penjara, kini masih dijalaninya hingga saat ini.***