Tren Kontra-Budaya Digital di Tengah Generasi Muda
Banyak anak muda usia puluhan tahun kini mulai menyadari bahwa mendokumentasikan setiap detik jalannya konser demi konten media sosial justru mengikis kenikmatan sejati saat menyaksikan sebuah pertunjukan seni pertunjukan musik secara langsung di lokasi kejadian.
Keputusan untuk mematikan kamera dan fokus mendengarkan lantunan nada menjadi sebuah bentuk perlawanan halus terhadap budaya serba cepat yang menuntut semua hal dipamerkan kepada khalayak luas demi sekadar mendapatkan pengakuan sesaat.
Sosiolog perkotaan menilai bahwa kerinduan akan suasana yang autentik dan manusiawi ini merupakan reaksi alami dari keletihan emosional akibat interaksi virtual yang terlalu mendominasi ruang kehidupan manusia modern sejak beberapa tahun terakhir.
Pertemuan tatap muka di ruang-ruang kecil tersebut secara tidak sadar membangun kembali ikatan sosial yang sempat merenggang akibat kesibukan kerja serta dominasi layar pintar dalam rutinitas harian warga kota yang kian individualis.

