HARIANMEMOKEPRI.COM – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian, Pangan, dan Peternakan (DPPP) Tanjungpinang bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam rangka menyambut Ramadan 1446 Hijriah, diserbu warga.

Kegiatan GPM ini berlangsung di lapangan samping Bank BNI, Jalan Tengku Umar, Tanjungpinang, Kamis dan Jumat (13-14/3/2025).

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Sejak pagi, masyarakat mulai memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Dalam kesempatan tersebut Telur dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diburu pembeli dengan menerapkan harga di bawah pasar.

“Harganya jauh lebih murah dibanding di pasar. Seperti tepung, cuma Rp7.500 per kilogram, di pasar ada yang Rp9.000 sampai Rp10.000. Gula Rp14.000, sementara di pasar bisa Rp16.000,” ujar Linda, warga Bukit Cermin, yang ikut antre membeli kebutuhan pokok.

Linda mengaku membeli banyak kebutuhan untuk persiapan Lebaran, seperti telur, gula, tepung, minyak goreng, hingga makanan olahan seperti nugget. Ia berharap kegiatan serupa bisa lebih sering digelar.

“Sebagai ibu rumah tangga, kami harus pintar-pintar mengatur uang belanja. Apalagi menjelang Lebaran, pangan murah seperti ini sangat membantu,” tambahnya.

Pada pelaksanaan GPM tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP seharga Rp58.000 per 5 kilogram, beras premium Rp65.000 per 5 kilogram,

Gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp7.500 per kilogram, minyak goreng merek Minyak Kita Rp14.000 per liter, telur ayam ras nomor 2 Rp48.000 per papan, dan daging sapi beku Rp80.000 per kilogram.

Kepala DP3 Tanjungpinang, Robert Lukman, mengatakan GPM kali ini digelar selama dua hari, yakni 13-14 Maret 2025.

Lokasi dipilih karena dinilai strategis dengan akses parkir yang memadai dan mampu menampung banyak pengunjung.

“Banyak vendor yang terlibat, seperti Sarimart, Hypermart, Bulog, dan gerai tani binaan DPPP. Harga pangan di sini lebih murah dibanding di pasar, termasuk beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur,” jelas Robert.

Ia juga menyampaikan bahwa setelah kegiatan ini, GPM berikutnya akan kembali digelar pada 20 Maret 2025 di halaman parkir Dinas Perhubungan Sungai Carang, Bintan Center.

Robert mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program GPM maupun operasi pasar murah yang digelar oleh Pemko Tanjungpinang melalui DPPP dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), serta instansi lainnya.

“Melalui GPM ini, kami berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan harga pangan tetap stabil menjelang Lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu distributor di Bintan Center mengungkapkan bahwa stok barang yang disediakan langsung habis pada hari pertama pelaksanaan.

“Tadi kami bawa 35 papan telur nomor 2 yang dijual seharga Rp48.000 per papan, dan 265 kemasan minyak goreng Minyak Kita dengan harga Rp14.000 per liter. Semua ludes. Besok kami akan siapkan 100 papan telur,” ujarnya.