“Alhamdulillah seluruh kamar penuh. Selain tamu MTQ, kami juga menerima rombongan dari Singapura dan Malaysia,” ujar Alex.
Ia menambahkan, dampak MTQ tidak hanya terlihat dari meningkatnya okupansi kamar, tetapi juga penggunaan fasilitas hotel untuk berbagai kegiatan pendukung, seperti simulasi dan pelatihan yang digelar sebelum pelaksanaan MTQ.
Menurut Alex, Tanjungpinang memiliki potensi besar sebagai kota penyelenggara berbagai event berskala regional maupun nasional.
Apalagi kota ini didukung kekayaan wisata sejarah, budaya, religi, dan kuliner yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi para pengunjung.
“Kalau promosi destinasi wisata terus diperkuat, tamu yang datang menghadiri suatu kegiatan akan terdorong memperpanjang masa tinggalnya. Dampaknya tentu akan semakin besar bagi perekonomian daerah,” tutupnya.

