Harga tersebut, menurutnya, merupakan hasil kesepakatan antara distributor dengan pemerintah agar tetap terjangkau bagi masyarakat menjelang Lebaran.

Sementara itu, harga daging beku bervariasi, tergantung pada proses penyimpanannya.

“Jika langsung keluar dari proses pembekuan, harganya sekitar Rp100 ribu per kilogram. Namun, setelah dicairkan lebih dulu, harganya bisa turun menjadi Rp80 ribu,” kata Riany.

Adapun harga daging potong segar masih sesuai dengan komitmen yang telah disepakati bersama Pemko Tanjungpinang selama lima tahun terakhir, yaitu Rp170 ribu per kilogram.

“Kami turun ke lapangan untuk memastikan para pedagang tetap konsisten dengan kesepakatan yang sudah dibuat,” tambahnya.

Riany juga menyoroti pasokan daging yang bergantung pada daerah luar, mengingat Tanjungpinang bukan wilayah penghasil. Daging segar umumnya didatangkan dari Kuala Tungkal, Jambi.

“Pemerintah telah meminta pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi agar tetap sesuai dengan daya beli masyarakat,” jelasnya.