“Kami turun ke lapangan untuk memastikan para pedagang tetap konsisten dengan kesepakatan yang sudah dibuat,” tambahnya.
Riany juga menyoroti pasokan daging yang bergantung pada daerah luar, mengingat Tanjungpinang bukan wilayah penghasil. Daging segar umumnya didatangkan dari Kuala Tungkal, Jambi.
“Pemerintah telah meminta pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi agar tetap sesuai dengan daya beli masyarakat,” jelasnya.
Selain daging, harga santan juga menjadi perhatian. Menurut Riany, lonjakan harga santan terjadi tidak hanya di Tanjungpinang, tetapi juga di seluruh Indonesia.
“Santan untuk Kepri biasanya dipasok dari Lingga, Midai, Nipah, dan Natuna. Namun, saat ini sebagian besar hasil panen sudah dijual ke luar negeri seperti Vietnam, Malaysia, dan China dengan harga Rp8.000 per butir, sementara harga lokal hanya Rp3.500 hingga Rp4.000,” terangnya.
Salah seorang pembeli, Mardiah, mengungkapkan bahwa harga daging potong yang biasanya Rp150 ribu kini naik menjadi Rp170 ribu per kilogram.
“Santan juga sudah Rp40 ribu per kilogram,” ujarnya.
Dengan pemantauan ini, diharapkan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran tetap stabil dan ketersediaan barang di pasar terjamin bagi masyarakat Tanjungpinang.

