Menurut Ansar, keberhasilan pengendalian harga sangat bergantung pada ketersediaan barang di pasar.
Untuk itu, Pemprov Kepri telah berkoordinasi dengan distributor besar guna memastikan pasokan telur, ayam, dan daging tetap lancar.
Saat ini, kebutuhan telur di Kepri mencapai sekitar 2,5 juta butir per hari, yang sebagian besar didatangkan dari luar daerah.
Salah satu perusahaan pemasok, Japfa, berkomitmen membantu memenuhi hingga 1,5 juta butir per hari.
“Kita sudah beberapa kali melakukan intervensi pasar saat harga ayam naik. Prinsipnya, kalau stok aman, harga bisa kita tekan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ansar menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah, seiring dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Tidak ada artinya pertumbuhan tinggi kalau inflasi juga tinggi. Yang kita jaga adalah daya beli masyarakat,” tegasnya.
Melalui GPM, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjadi momentum untuk mengedukasi pentingnya konsumsi bijak dan ketahanan pangan keluarga menjelang Ramadhan.

