HARIANMEMOKEPRI.COM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT McDermott Indonesia menanam sebanyak 400 bibit Bambu Betung di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Bendungan Sei Nongsa, Kota Batam, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan penghijauan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT McDermott Indonesia bertajuk “Preserving Our Water With Bamboo Planting: A Biodiversity Initiative by McDermott Indonesia”.
Penanaman 400 bibit Bambu Betung itu menyasar kawasan DTA Bendungan Sei Nongsa yang memiliki luas sekitar 21,55 hektare.
Kawasan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan penyediaan air baku di Kota Batam.
Bendungan Sei Nongsa sendiri merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang telah beroperasi sejak 1979.
Pemilihan Bambu Betung dalam kegiatan penghijauan ini bukan tanpa alasan. Tanaman tersebut memiliki sistem perakaran yang kuat dan lebat sehingga dinilai dapat membantu mengikat struktur tanah, mengurangi potensi erosi, serta meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air.
Dalam jangka panjang, keberadaan vegetasi tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi daerah tangkapan air sekaligus menjaga kualitas lingkungan di sekitar Bendungan Sei Nongsa.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi komitmen PT McDermott Indonesia serta dukungan Universitas Ibnu Sina Batam dan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
Menurut Denny, upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan perguruan tinggi.
“Menanam pohon adalah menanam harapan untuk masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang,” ujar Denny.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama menjaga keandalan sumber air baku di Kota Batam.
Denny menambahkan, sinergi lintas sektor dalam menjaga lingkungan juga sejalan dengan komitmen BP Batam untuk menciptakan keseimbangan antara percepatan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.
“Pembangunan Batam tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus didukung dengan pengelolaan sumber daya alam yang terus terjaga,” katanya.
Sementara itu, perwakilan PT McDermott Indonesia, Thomas A. Labrie, menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan penghijauan tersebut.
Ia berharap penanaman Bambu Betung dapat memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan di Batam.
Kegiatan tersebut turut didukung Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kapolsek Nongsa beserta jajaran, perwakilan PT Air Batam Hulu, serta akademisi Universitas Ibnu Sina Batam.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, BP Batam menegaskan bahwa perlindungan lingkungan merupakan bagian penting dari pembangunan Kota Batam.
Penghijauan dan perlindungan kawasan tangkapan air diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air baku sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

