Meski demikian, Amsakar dan Li Claudia menilai pertumbuhan ekonomi tinggi harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai.
Jalan yang tertata baik, sistem drainase yang optimal, jaringan utilitas yang andal, serta lingkungan perkotaan yang nyaman menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, penataan infrastruktur dan penanganan kawasan rawan banjir terus menjadi prioritas pembangunan daerah.
Berbagai langkah telah dilakukan melalui identifikasi titik genangan, evaluasi sistem drainase, peningkatan kapasitas saluran air, serta penguatan koordinasi antarinstansi dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur perkotaan.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, berharap kolaborasi seluruh pihak dapat memperkuat pembangunan yang berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Batam diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pusat investasi nasional, tetapi juga menjadi kota yang semakin nyaman untuk ditinggali, bekerja, dan berusaha,” ujar Li Claudia.

