Sementara itu, realisasi investasi pada tahun yang sama mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun.

Tren positif tersebut berlanjut pada Triwulan I tahun 2026. Realisasi investasi Batam tercatat sekitar Rp17,4 triliun atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Capaian tersebut sekaligus menjadikan Batam sebagai penyumbang investasi terbesar di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Amsakar, pertumbuhan investasi tersebut didukung sejumlah sektor strategis yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Batam.

Di antaranya industri elektronik dan semikonduktor, industri peralatan listrik, logistik dan pergudangan, manufaktur berorientasi ekspor, galangan kapal dan maritim, industri kimia, hingga pengembangan kawasan industri dan jasa modern.

“Masuknya investasi ke berbagai sektor tersebut ikut menciptakan lapangan kerja baru yang kami harapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi daerah, serta meningkatkan posisi Batam sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan paling kompetitif di Indonesia,” tambahnya.