HARIANMEMOKEPRI.COM – Di tengah pertumbuhan pesat Kota Batam sebagai kawasan industri berdaya saing tinggi, kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra terus menaruh perhatian besar terhadap kualitas pembangunan daerah, khususnya penataan infrastruktur dan penanganan titik-titik banjir.

Selain fokus mendorong masuknya investasi, Amsakar dan Li Claudia juga memastikan pembangunan infrastruktur dasar berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Batam sebagai kota modern yang nyaman bagi warga maupun pelaku usaha.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa setiap program pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap progres pembangunan harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami ingin memastikan seluruh program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga dan mendukung pertumbuhan Batam sebagai kota madani yang modern,” ujar Amsakar, Rabu (10/6/2026).

Komitmen tersebut tercermin dari sejumlah capaian pembangunan dan ekonomi Batam. Berdasarkan data makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2025 mencapai 6,76 persen.

Sementara itu, realisasi investasi pada tahun yang sama mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun.

Tren positif tersebut berlanjut pada Triwulan I tahun 2026. Realisasi investasi Batam tercatat sekitar Rp17,4 triliun atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Capaian tersebut sekaligus menjadikan Batam sebagai penyumbang investasi terbesar di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Amsakar, pertumbuhan investasi tersebut didukung sejumlah sektor strategis yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Batam.

Di antaranya industri elektronik dan semikonduktor, industri peralatan listrik, logistik dan pergudangan, manufaktur berorientasi ekspor, galangan kapal dan maritim, industri kimia, hingga pengembangan kawasan industri dan jasa modern.

“Masuknya investasi ke berbagai sektor tersebut ikut menciptakan lapangan kerja baru yang kami harapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi daerah, serta meningkatkan posisi Batam sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan paling kompetitif di Indonesia,” tambahnya.

Meski demikian, Amsakar dan Li Claudia menilai pertumbuhan ekonomi tinggi harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai.

Jalan yang tertata baik, sistem drainase yang optimal, jaringan utilitas yang andal, serta lingkungan perkotaan yang nyaman menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, penataan infrastruktur dan penanganan kawasan rawan banjir terus menjadi prioritas pembangunan daerah.

Berbagai langkah telah dilakukan melalui identifikasi titik genangan, evaluasi sistem drainase, peningkatan kapasitas saluran air, serta penguatan koordinasi antarinstansi dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur perkotaan.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, berharap kolaborasi seluruh pihak dapat memperkuat pembangunan yang berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Batam diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pusat investasi nasional, tetapi juga menjadi kota yang semakin nyaman untuk ditinggali, bekerja, dan berusaha,” ujar Li Claudia.