HARIANMEMOKEPRI.COM — Pulau Rempang yang menjadi isu terhangat di tengah masyarakat bahkan sempat terjadi aksi unjuk rasa di Kantor BP Batam menjadi sorotan nasional.
Dari para demonstran yang melakukan unjuk rasa di BP Batam itu untuk menolak relokasi Pulau Rempang, sehingga puluhan pengunjuk rasa diamankan petugas kepolisian Polresta Barelang karena melakukan tindakan anarkis
Baca Juga: Walikota Batam Muhammad Rudi Berikan Motivasi Bagi Mahasiswa Ibnu Sina : Belajarlah Dari Pengalaman
Sebanyak 43 orang pengunjuk rasa yang diduga terlibat dalam perusakan pagar dan gedung BP Batam dalam penolakan relokasi Pulau Rempang.
Tidak hanya itu, lima dari 43 orang tersebut dinyatakan positif narkoba usai menjalani tes urine di Mapolresta Barelang pasca unjuk rasa anarki yang dilakukan demonstran.
Kelima orang tersebut dengan rincian tiga orang positif memakai ganja dan dua orang lainnya menggunakan narkoba jenis sabu. Oleh karena itu pelanggaran hukum ini akan di tindak tegas oleh pihak polisi.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri N menyayangkan kondisi tersebut. Nugroho menegaskan bahwa proses hukum terhadap keseluruhan pelaku pun akan terus berlanjut.
“Pelanggar hukum akan kami tindak tegas dan kepada masyarakat Kota Batam saya mengajak untuk menjaga situasi kondusif,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N dalam keterangan resmi.
Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, mengungkapkan hal senada.
Baca Juga: Kolonel Inf Jimmy Watuseke Jabat Danrem 033 WP Gantikan Brigjen TNI Yudi Yulistyanto
Menurutnya tindakan melanggar hukum seharusnya tak dilakukan oleh para pengunjuk rasa. Apalagi sampai memakai zat terlarang.
“Kami mendukung penuh penegakan hukum terhadap para pelaku yang diduga melawan hukum. Mari bersama menjaga situasi kondusif Kota Batam,” ujarnya melalui laman resmi BP Batam, Selasa (12/2023).
Baca Juga: Aliansi Pemuda Melayu Sampaikan Mohon Maaf dan Pastikan Unjuk Rasa Batal Hari Ini
Sebagai kota industri, Ariastuty mengajak seluruh masyarakat Kota Batam untuk menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Jika situasi tak kondusif, maka iklim investasi pun akan ikut terdampak. Investor bisa mengurungkan niat untuk berinvestasi,”
Baca Juga: Jelang Berakhir Sebagai Walikota, Rahma Berpamitan Bersama Forum RT RW Kota Tanjungpinang
“Sesuai arahan Kepala BP Batam, mari sama-sama kita menahan diri. Musyawarah merupakan jalan terbaik untuk keluar dari permasalahan,” pungkasnya.

