“Bawaslu jangan hanya menjadi badan. Idealnya menjadi komisi karena memiliki peran dalam menentukan dua dari tiga pilar demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai unsur masyarakat sangat penting untuk memperluas gerakan pengawasan partisipatif.

“Kami menghargai kontribusi semua narasumber dan peserta. Sinergi seperti ini merupakan fondasi penting bagi terwujudnya pemilu yang transparan, jujur, dan akuntabel,” ucapnya.

Rakor ini diikuti lembaga adat, organisasi masyarakat, komunitas jurnalis, kelompok pemuda, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Batam. Setiap lembaga mengirimkan dua peserta sebagai perwakilan.

Beberapa di antaranya berasal dari KPP Batam, Universitas Internasional Batam, Universitas Riau Kepulauan, Universitas Putra Batam, Politeknik Negeri Batam, Universitas Ibnu Sina, Universitas Universal,

PWNU, PWM, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, ICMI Kepri, FKUB, BKOW, PPDI, PERPAT, PSMTI, serta organisasi mahasiswa seperti GMNI, HMI, PMII, GMKI, GAMKI, IMM, KAMMI, dan PMKRI.