Batam

BP Batam Gesa Realisasi Hunian Baru Rempang Eco City

45
×

BP Batam Gesa Realisasi Hunian Baru Rempang Eco City

Sebarkan artikel ini
Ariastuty Sirait Kabiro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Senin (3/3/2024)

HARIANMEMOKEPRI.COM — Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus menggesa untuk merealisasikan hunian baru kepada masyarakat terdampak Pengembangan Rempang Eco-City.

Untuk itu saat ini proses pembangunan 4 unit rumah contoh untuk masyarakat sudah mencapai 70 persen.

Kemudian akan dibangun 961 unit rumah lainnya yang ditargetkan mulai dibangun pada awal bulan April tahun 2024 ini.

Mengingat rumah tersebut ditargetkan bulan September 2024 sudah bisa ditempati oleh masyarakat.

Begitu juga dengan Kementerian PUPR yang akan mulai lakukan pematangan lahan dan pembangunan fasilitas sosial serta umum pada pertengahan Maret ini.

Namun pembangunan 961 rumah di Tanjung Banon tersebut belum bisa dimulai, karena lahan untuk pembangunan rumah itu masih dikuasai oleh masyarakat.

“BP Batam saat ini telah mengumumkan lelang pembangunan 961 rumah yang ditargetkan akan mulai ditempati oleh warga pada September 2024,” Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait, Senin (3/3/2024)

Oleh karenanya Tim Terpadu Kota Batam yang di bentuk berdasarkan Keputusan Walikota Batam Nomor 561 Tahun 2022, mengeluarkan surat peringatan (SP) pertama kepada warga pemilik lahan di Tanjung Banon, pada Selasa (27/2/2024) lalu.

Tim Terpadu Kota Batam mempunyai tugas menegakkan Peraturan Daerah hingga melaksanakan penertiban dan penindakan terhadap pelanggaran peraturan di Kota Batam.

Adapun dalam Tim Terpadu Kota Batam ini, terdiri dari unsur Pemko Batam, BP Batam, TNI, Polri dan Kejaksaan.

“Untuk SP Pertama, sudah diterbitkan Selasa kemarin. Itu isinya pemberitahuan untuk membongkar sendiri rumahnya. Lahan tersebut, harus segera dikosongkan agar pembangunan 961 rumah warga bisa segera kita laksanakan,” katanya.

Ariastuty menjelaskan, sebelum diterbitkannya SP pertama, pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap masyarakat yang menguasai lahan 93 hektar dari total keseluruhan lahan di Tanjung Banon seluas 145 hektar.

Sosialisasi dan pendataan pertama, dilaksanakan pada 29 Desember 2023 lalu di Kantor Camat Galang. Saat itu, sosialiasasi dan pendataan dipimpin oleh Direktur Pengelolaan Pertanahan BP Batam Ilham Eka Hartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *