“Kapal tiba-tiba terbalik, kami tidak bisa menyelamatkan kapal dan langsung berupaya menyelamatkan diri,” kata Sobirin.
Kelima kru kapal Sobirin, KKM Saparudin, serta tiga klasi bernama Rizki, Irwanto, dan Mhd. Nafissudin bertahan dengan berpegangan pada bagian kapal yang belum tenggelam hingga bantuan datang.
Setelah dievakuasi, para korban langsung dibawa ke Tarempa untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Tarempa.
Iptu Parlindungan Hasibuan menambahkan, meski seluruh kru berhasil selamat, kecelakaan laut tersebut menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar.
“Kerugian diperkirakan mencapai Rp700 juta, mencakup satu unit kapal KM Selat Meranti, muatan 200 fiber ikan, dan sekitar 1,5 ton minyak solar,” ujarnya.
Polres Kepulauan Anambas memastikan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut.

