Para nelayan juga menilai alasan penolakan tersebut tidak masuk akal karena terlihat masih banyak muatan lain diangkut kapal feri dari Tarempa.
Aksi protes tersebut sempat menarik perhatian penumpang dan awak kapal. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Syahbandar Letung terkait alasan pelarangan pengiriman ikan menggunakan feri VOC.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan distribusi hasil tangkapan nelayan kecil di wilayah kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut sebagai jalur utama pengiriman.
Para nelayan menduga aksi protes serupa akan terus terjadi setiap jadwal keberangkatan feri cepat apabila tidak ada solusi dari pihak terkait.

