HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas kembali menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa madrasah swasta.
Setelah sebelumnya diberikan kepada MTs Al-Ma’arif Letung dan MTs Fatahillah Tarempa, kali ini giliran MTs Nurul Huda Palmatak menerima bantuan tersebut.
Penyerahan berlangsung di Payalaman, Palmatak, Rabu (26/11/2025), dihadiri perwakilan Lanudal, Polsek Palmatak, Kantor Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Danramil, Kepala Desa Payalaman, serta orang tua siswa.
Sebanyak 35 paket seragam lengkap diterima oleh siswa kelas 7. Bantuan yang bersumber dari CSR Kufec tersebut terdiri dari seragam putih–biru, seragam olahraga, pramuka, batik, baju kurung, sepatu, tas, buku tulis, hingga berbagai atribut pendukung lainnya.
Perwakilan wali murid, Muhammad Rouf, mengungkapkan rasa syukur karena MTs Nurul Huda untuk pertama kalinya menerima bantuan seperti ini dari pemerintah daerah.
“Baru kali ini sekolah kami mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah seperti ini, di masa kepemimpinan Pak Bupati Aneng,” ujarnya.
Ia berharap perhatian terhadap sekolah swasta terus berlanjut, termasuk perjuangan agar guru-guru swasta dapat memperoleh status P3K serta kemungkinan perubahan status sekolah menjadi negeri.
Wakil Kepala Sekolah MTs Nurul Huda turut menyampaikan apresiasi. Ia menuturkan bahwa sejak berdiri pada 1998, sekolah kerap menghadapi keterbatasan karena status swasta.
“Sering kali sekolah swasta diperlakukan berbeda. Harapan kami, semoga sekolah ini kelak bisa dinegerikan dengan dukungan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung seluruh satuan pendidikan tanpa membedakan negeri maupun swasta.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang membantu? Negeri dan swasta sama-sama mendidik anak-anak Anambas,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi dukungan CSR Kufec dan menegaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan kementerian pusat untuk mencari solusi regulasi yang dapat membantu sekolah swasta.
“Anambas berbeda dengan daerah lain karena kondisi geografisnya berupa pulau-pulau. Makanya saya terus berusaha agar kebijakan pusat juga melihat kondisi kita,” tegasnya.
Ia menutup sambutan dengan menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari visi misi “Anambas Maju, Energi Baru,” demi memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan.
“Madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu umum, tetapi tempat membangun akhlak. Guru adalah pilar utama mencerdaskan bangsa,” tambahnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemerataan fasilitas pendidikan bagi seluruh sekolah di Kabupaten Kepulauan Anambas, baik negeri maupun swasta.

