HARIANMEMOKEPRI.COM – Seorang nelayan asal Letung, Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Yulisman MZ (58), berhasil kembali ke daratan dengan selamat setelah mengalami kerusakan mesin saat melaut di perairan yang berjarak sekitar 68 mil laut dari Letung.

Yulisman diketahui berangkat dari pelabuhan tambatan pemilik atau toke pompong pada Sabtu (6/6/2026) untuk mencari ikan menggunakan pompong berukuran 4 Gross Ton (GT).

Insiden terjadi pada Rabu (10/6/2026) saat Yulisman tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut lepas.

Ketika berada jauh dari daratan, mesin pompong yang digunakannya tiba-tiba mengalami kerusakan sehingga tidak dapat beroperasi.

Kepada Harianmemokepri.com, Yulisman menjelaskan bahwa saat kejadian posisi pompong berada di sekitar koordinat 04°00,91′ LU dan 105°21,84′ BT.

Kondisi tersebut membuat dirinya tidak dapat melanjutkan perjalanan dan harus segera mencari bantuan.

Dalam situasi darurat itu, Yulisman menghubungi sejumlah pihak melalui komunikasi radio Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).

Laporan pertama diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Ranting Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jemaja Versi Bogor, Wan Afrizal.

Afrizal membenarkan menerima laporan langsung dari Yulisman saat masih berada di tengah laut.

“Pak Yulisman menghubungi saya melalui radio saat berada di laut. Saat itu cuaca kurang mendukung, ditambah ukuran pompong yang mengalami kerusakan cukup besar, yakni 4 GT,” ujar Afrizal.

Setelah menerima laporan tersebut, Afrizal segera meneruskan informasi kepada sejumlah nelayan di sekitar Letung.

Informasi itu juga disampaikan kepada Rio selaku pemilik atau toke pompong yang digunakan Yulisman, lengkap dengan titik koordinat lokasi kejadian guna mempercepat proses pencarian dan bantuan.

Upaya koordinasi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sebuah kapal nelayan asal Kijang yang dipimpin tekong Sudarso bersedia menuju lokasi untuk mengevakuasi Yulisman beserta pompong yang mengalami kerusakan.

Menurut Yulisman, proses penjemputan dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB pada malam hari.

Setelah berhasil ditemukan, pompong miliknya kemudian ditarik menuju daratan dalam perjalanan yang memakan waktu cukup lama.

“Saya dijemput sekitar pukul tujuh malam. Pompong saya kemudian ditarik selama kurang lebih 15 jam hingga akhirnya tiba sekitar pukul 10 pagi keesokan harinya,” kata Yulisman.

Setelah melalui proses evakuasi dan perjalanan panjang di laut, Yulisman akhirnya tiba kembali di Letung pada Jumat (12/6/2026) dalam kondisi selamat.

Ia juga meluruskan berbagai informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait jarak lokasi kejadian yang disebut mencapai ratusan mil laut.

“Banyak informasi yang tidak jelas. Ada yang menyebut 300 mil, ada juga yang mengatakan lebih dari 100 mil. Yang jelas saya sendiri yang mengalami kejadian ini dan posisi saya saat mesin rusak sekitar 68 mil dari Letung,” tegasnya.

Yulisman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penyelamatan, terutama Wan Afrizal yang pertama kali merespons laporan darurat serta para nelayan yang terlibat dalam koordinasi hingga bantuan berhasil tiba.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata risiko yang dihadapi para nelayan saat bekerja di laut lepas.

Di sisi lain, kejadian tersebut juga menunjukkan kuatnya solidaritas dan kepedulian antarnelayan dalam membantu sesama yang mengalami kesulitan di tengah laut.