HARIANMEMOKEPRI.COM — Banjir rob kembali menghantam wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Anambas pada Minggu malam hingga Senin dini hari (6–7 Desember 2025).

Air laut naik dan menggenangi permukiman warga di enam kecamatan sekaligus, mulai dari Siantan, Palmatak, Jemaja, Jemaja Timur, Jemaja Barat, hingga Siantan Utara.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 80 rumah terdampak, dengan ketinggian genangan bervariasi antara 5 hingga 40 sentimeter, bahkan mencapai setengah meter di beberapa wilayah.

Di Kecamatan Palmatak, rob menerjang Desa Putik, Ladan, Matak Kecik, dan Payaklaman. Air laut yang naik hingga 0,5 meter memaksa warga mengamankan barang berharga, elektronik, dan dokumen penting.

“Genangan hampir merata di pesisir. Ketinggian air di beberapa rumah mencapai setengah meter, tetapi masyarakat masih bisa mengendalikan situasi,” terang Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dari lokasi kejadian, Minggu (7/12/2025)

Di Kelurahan Tarempa, satu rumah di Jalan Olahraga dilaporkan tergenang cukup tinggi hingga memasuki ruang dapur. Beruntung, barang-barang pemilik rumah telah lebih dulu diamankan.

Sementara itu, di Jemaja, Jemaja Timur, dan Jemaja Barat, air laut menggenangi wilayah permukiman dengan ketinggian 10–40 sentimeter.

Data Sementara Wilayah Terdampak

Jemaja dan sekitarnya:

Letung: 12 rumah

Desa Mampok: 4 rumah

Batu Berapit: 8 rumah

Jemaja Barat: 3 rumah

Siantan Utara Tergenang Menjelang Tengah Malam

Banjir rob juga mulai merendam wilayah Siantan Utara sekitar pukul 23.00 WIB, terutama Desa Mubur, Piasan, dan Bayat. Data sementara mencatat:

Desa Mubur: 9 rumah

Desa Piasan: 15 rumah

Desa Bayat: 9 rumah

Tim gabungan dari BPBD, TNI–Polri, Basarnas, Dishub, Damkar, Linmas, dan masyarakat turun langsung membantu warga mengevakuasi barang serta menyiapkan jalur evakuasi bila diperlukan.

Meski air sempat surut sekitar pukul 01.00 WIB, BPBD mengingatkan bahwa kondisi belum aman.

BMKG memperkirakan puncak pasang laut terjadi pada 7–8 Desember 2025 dengan tinggi pasang mencapai 2,1 meter, gelombang hingga 2,5 meter, serta angin kencang 15–25 knots.

Kondisi tersebut berpotensi membuat banjir rob bertahan lebih lama di area pesisir.

Kepala Pelaksana BPBD Anambas, Madison menegaskan bahwa seluruh personel di lapangan telah disiagakan dan diminta terus memantau titik-titik rawan.

“Kami mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada. Berdasarkan prediksi, air pasang malam ini berpotensi meningkat dan bisa lebih lama surut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar anak-anak tidak bermain di luar rumah selama kondisi air pasang untuk menghindari risiko terseret arus atau terjatuh.

“Jika ada situasi darurat, warga dapat langsung menghubungi koordinator lapangan di kecamatan masing-masing. Tim siap bergerak kapan saja,” tambah Madison.

BPBD turut mengimbau masyarakat menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, pakaian, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Berita akan diperbarui sesuai perkembangan terbaru dari BPBD, BMKG, dan petugas lapangan.