“Kita membangun Anambas untuk masyarakat dan masa depan anak cucu kita. Jangan sampai amanah yang diberikan disalahgunakan. Bekerjalah dengan benar, jujur, dan ikhlas demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama,” tegasnya.

Selain menekankan pentingnya integritas, Aneng turut mengingatkan agar seluruh proses pembangunan dijalankan secara transparan dan bebas dari praktik korupsi. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari hasil fisik, tetapi juga dari proses yang bersih dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Aneng berharap Gedung LAM nantinya dapat menjadi bangunan representatif yang mampu mendukung berbagai kegiatan adat dan budaya Melayu, termasuk penyelenggaraan kegiatan berskala besar.

“Kita ingin memiliki gedung yang representatif, nyaman, dan membanggakan. Ketika tamu datang ke Anambas, mereka dapat melihat bahwa kita memiliki budaya Melayu yang kuat dan tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menargetkan pembangunan Gedung LAM selesai pada tahun depan. Untuk itu, Aneng mengajak seluruh elemen masyarakat turut mendukung pembangunan tersebut melalui kerja sama, doa, dan komitmen bersama.

“Mari kita bergandengan tangan membangun Anambas. Jika niat kita baik, insyaallah hasilnya juga baik. Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus,” tutupnya.

Pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan budaya Melayu di Kabupaten Kepulauan Anambas serta memperkuat identitas daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, persatuan, dan kebersamaan.