Lebih lanjut, Aneng berharap Gedung LAM nantinya dapat menjadi bangunan representatif yang mampu mendukung berbagai kegiatan adat dan budaya Melayu, termasuk penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
“Kita ingin memiliki gedung yang representatif, nyaman, dan membanggakan. Ketika tamu datang ke Anambas, mereka dapat melihat bahwa kita memiliki budaya Melayu yang kuat dan tetap terjaga dengan baik,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menargetkan pembangunan Gedung LAM selesai pada tahun depan. Untuk itu, Aneng mengajak seluruh elemen masyarakat turut mendukung pembangunan tersebut melalui kerja sama, doa, dan komitmen bersama.
“Mari kita bergandengan tangan membangun Anambas. Jika niat kita baik, insyaallah hasilnya juga baik. Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus,” tutupnya.
Pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan budaya Melayu di Kabupaten Kepulauan Anambas serta memperkuat identitas daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, persatuan, dan kebersamaan.

