“Dengan sistem ini, anak-anak tidak perlu lagi menempuh jarak jauh. Ini juga akan berdampak pada kehadiran siswa yang lebih stabil dan proses belajar yang lebih optimal,” tambahnya.
Zunaedi juga menegaskan bahwa seluruh sekolah di bawah koordinasi Korwil Dinas Pendidikan Jemaja telah diminta menyesuaikan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru dengan ketentuan tertuang dalam Keputusan Bupati Kepulauan Anambas Nomor 132 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 23 Februari 2026.
“Seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, wajib berpedoman pada regulasi ini. Tidak ada lagi pengecualian di luar daya tampung dan domisili yang telah ditentukan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengimbau para orang tua agar menyiapkan dokumen administrasi pendaftaran sejak dini guna menghindari kendala saat proses pendaftaran berlangsung.
“Kami mengimbau orang tua untuk menyiapkan dokumen sejak dini agar proses pendaftaran berjalan lancar tanpa kendala di lapangan,” ujarnya.
Zunaedi juga menekankan pentingnya peran sekolah dan pemerintah desa dalam menyampaikan informasi terkait sistem baru tersebut kepada masyarakat.
“Kami berharap sekolah dan pemerintah desa dapat ikut aktif menyampaikan informasi ini kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman saat proses penerimaan murid baru berlangsung,” katanya.
Untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai aturan, Korwil Dinas Pendidikan Jemaja akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB di seluruh satuan pendidikan di wilayah Jemaja.
“Kami akan memastikan implementasi di lapangan berjalan sesuai ketentuan. Kami akan memantau sekolah yang berada di Jemaja,” jelasnya.

