HARIANMEMOKEPRI.COM – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama Ketua TP-PKK Ny. Sinta, menempuh perjalanan laut menggunakan pompong (perahu motor tradisional) untuk menjangkau Desa Sunggak, Kecamatan Jemaja Barat, Senin (11/8/2025).
Perjalanan tersebut dilakukan guna memastikan pembangunan di wilayah terpencil tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam kunjungan kerja itu, Bupati Anambas meninjau langsung kondisi sekolah, sarana prasarana umum, serta memantau pelaksanaan program pembangunan.
Turut mendampingi sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Plt Camat Jemaja Barat, Plt Camat Jemaja, Plt Camat Jemaja Timur, Direktur RSUD Jemaja, Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Syariah Anambas, Kepala Desa Sunggak, dan Kepala SDN 01 Sunggak.
Agenda dimulai dengan peninjauan ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) setempat.
Bupati melihat langsung kondisi ruang perpustakaan yang atapnya rusak parah, tembok retak, serta ruang majelis guru yang dinilai kurang layak.
“Ini ruang perpustakaan tempat anak-anak membaca. Jika rusak begini, bagaimana anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ujar Bupati Aneng sambil meminta Kepala Dinas PUPR untuk segera menganggarkan perbaikan fasilitas tersebut.
Bupati menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan daerah ini. Kita ingin memastikan anak-anak di pelosok desa memiliki fasilitas belajar yang layak, guru memadai, dan lingkungan yang nyaman,” tegasnya.
Selain sekolah, rombongan juga meninjau fasilitas umum seperti jalan desa dan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang kondisinya memerlukan perawatan.
Kepala SDN 01 Sunggak menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bupati.
“Kami sangat senang Bupati hadir langsung melihat kondisi kami. Harapan kami, pembangunan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Kunjungan ini sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan desa dalam pelaksanaan program pembangunan yang bersumber dari APBD maupun dana desa.
Bupati Anambas menutup kunjungan dengan menegaskan komitmen pemerataan pembangunan.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, tetapi merata hingga ke desa-desa, termasuk wilayah paling luar,” ucapnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan interaksi langsung Bupati dengan warga dari rumah ke rumah, meninggalkan kesan bahwa pemerintah hadir tidak hanya di atas kertas, tetapi benar-benar turun ke lapangan.

