HARIANMEMOKEPRI.COM – Pelabuhan Penyeberangan Letung Kelas II di Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Anambas, resmi beroperasi setelah diresmikan langsung oleh dua Menteri Kabinet Merah Putih, Rabu (5/11/2025).

Peresmian ini menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat konektivitas antar pulau di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Pelabuhan Letung tercatat sebagai pelabuhan penyeberangan ke-11 yang difungsikan di Kepri.

Pada hari yang sama, pelabuhan ke-12 dijadwalkan diresmikan di Sedanau, Kabupaten Natuna, bersamaan dengan peresmian Gedung Kantor BPTD Kelas II Kepulauan Riau.

Kehadiran pelabuhan–pelabuhan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas penumpang dan distribusi logistik, meningkatkan efisiensi transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.

Berikut 12 pelabuhan penyeberangan yang ada di Kepulauan Riau:

1. Tanjung Uban (Kabupaten Bintan)

2. Dompak (Kota Tanjungpinang)

3. Telaga Punggur (Kota Batam)

4. Parit Rempak (Kabupaten Karimun)

5. Selat Belia (Kabupaten Karimun)

6. Tambelan (Kabupaten Bintan)

7. Sedanau (Kabupaten Natuna)

8. Penagi (Kabupaten Natuna)

9. Matak (Kabupaten Anambas)

10. Letung (Kabupaten Anambas)

11. Penarik (Kabupaten Lingga)

12. Jagoh (Kabupaten Lingga)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan menjadi instrumen penting dalam menekan biaya logistik, memperkuat rantai pasokan, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pulau-pulau kecil.

“Ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kepri, terutama dari sisi ekonomi, pendidikan hingga kesehatan,” kata AHY.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut konektivitas laut menjadi fondasi untuk mendorong pergerakan produk lokal agar bisa menjangkau pasar lebih luas, sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi antar pulau.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan menegaskan bahwa posisi strategis Kepri yang berdekatan dengan Selat Malaka menjadikan pembangunan pelabuhan baru sebagai kebutuhan mendesak.

“Ini akan berpengaruh langsung terhadap peningkatan aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi, termasuk pengendalian inflasi,” ujar Ansar.

Ansar juga menyampaikan perlunya pengembangan infrastruktur lanjutan di Batam dan pulau-pulau lainnya yang berpenduduk.