HARIANMEMOKEPRI.COM – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, langsung bergerak cepat menghadapi tantangan defisit anggaran dan beban utang tunda bayar yang membebani Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Dengan pengalaman panjang di dunia politik dan birokrasi baik sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang, DPRD Provinsi Kepri, maupun saat menjabat Wali Kota Tanjungpinang periode 2013–2018 Lis telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Lis Darmansyah menyampaikan tidak bisa hanya mengandalkan dana alokasi umum, hibah, atau pendanaan lain dari APBN.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, pihaknya harus lebih kreatif dalam menciptakan sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Tidak hanya melalui intensifikasi pajak, tetapi juga optimalisasi setiap peluang yang ada,” ujar Lis usai mengikuti acara tepung tawar di Gedung LAM Tanjungpinang, Sabtu (1/3/2025).

Salah satu strategi yang akan diterapkan Lis Darmansyah adalah meningkatkan nilai ekonomis fasilitas umum, ruang milik jalan (rumija), dan ruang pengawasan jalan (ruwasja).