HARIANMEMOKEPRI.COM – Amsakar Ahmad mengungkapkan perjalanan politiknya yang dimulai dari coba-coba hingga akhirnya terpilih sebagai Walikota Batam.
Cerita itu disampaikannya saat pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) ke-III Perkumpulan Selingsing Kota Batam di Nagoya Mansion Hotel & Residence, Lubuk Baja, Minggu (26/01/2025).
Menurut Amsakar Ahmad, banyak tantangan dan sindiran yang dihadapinya saat memutuskan untuk maju sebagai calon walikota. Bermodal popularitas dan elektabilitas, ia bertekad membuktikan kemampuannya.
“Tadinya saya hanya ingin membuktikan bahwa Amsakar Ahmad bisa maju. Bukan cita-cita besar, tetapi saya merasa malu ketika orang-orang berkata, Tidak usah bermimpi kalau hanya mengandalkan popularitas dan elektabilitas tanpa isi tas. Itu sering disampaikan di beberapa kesempatan,” ungkap Amsakar.
Ia juga mengenang masa kecilnya di Dabo Singkep. Dengan penuh semangat, ia menceritakan perjuangannya mengayuh sepeda sejauh 32 kilometer dari Raye ke Sungai Buluh tanpa rasa menyerah.

