Kepri HMK, Lingga — Warga  Masyarakat Desa Linau yang mayoritas bekerja sebagai nelayan tangkap, merasa diresahkan oleh pompong pukat yang banyak beroperasi di wilayah laut Linau, Rabu (23/18).

Menurut salah satu warga yang biasa melakukan aktifitas menjaring dan juga bubu kepiting, Hisam(45) mengatakan, alat tangkap seperti jaring ikan dan bubu kepiting banyak yang rusak dan bahkan hilang dibawa pukat.

“Jaring ikan kami habis putus rentas dibantai pukat, dan beberapa nelayan kita di kampung sangat merasa dirugikan dengan cara tangkap model ini, kami sangat merasa terganggu, apalagi musim angin kuat, ikan payah, ketam payah tambah lagi macam gini,” kata Hisam dengan nada kesal kepada harianmemokepri.com

Hisam juga berharap adanya tindak lanjut terhadap operasi pukat tersebut oleh dinas terkait, agar tidak terjadinya tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat.

“Kami minta pihak pemerintah dan dinas terkait menindaklanjuti akan permasalahan ini, jika kami masyarakat yang langsung menangani, kalau tertangkap akan kami bakar pompong dan pukatnya” ucapnya.

Diketahui, pukat sangat berdampak negatif terhadap nelayan tangkap lainnya, selain merusak karang, juga merusak peralatan seperti jaring dan bubu kepiting para nelayan.

Penulis : Herdoni
 Editor  : Tomo