Kepri HMK, Lingga — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga, Siswadi memberikan keterangan terkait menumpuknya sampah di Hulu Nerekeh dan kaitannya dengan penerimaan Adipura oleh Pemerintah Kabupaten Lingga.
Siswadi menuturkan, titik pantau fokus Adipura tersebut tepatnya di Kecamatan Dabo Singkep, sedangkan untuk area Daik sendiri dari DLH baru mendapatkan lokasi tanah sekitar 2 Hektar di daerah Desa Musai.
“Titik pantau fokus Adipuranya di Dabok, untuk di Daiknya, kita baru dapat tanah sekitar 2 Hektar, pada 2018 lalu sebagai tempat pembuangan akhir tepatnya di Desa Musai,” ucapnya kepada harianmemokepri.com.
Menurut Siswadi, keberadaan sampah yang ada di Daik dan sekitarnya akan di sosialiasasikan kepada masyarakat, agar sampah tersebut tidak terbuang percuma, melainkan akan diolah agar bernilai ekonomis.
“Sampah ini akan kami olah menjadi nilai ekonomis kedepannya, untuk target pengelolaannya sekarang sudah mulai berangsur-angsur, dan sekarang juga sudah mulai kita dirikan bank sampah, dan akan kita sosialisasikan ke setiap kecamatan dan desa, yang nanti uang dari hasil sampah tersebut, bisa bantu untuk membeli peralatan anak-anak sekolah,” ucapnya.
Penulis : Herdoni Editor : Tomo

