Banyak pekerja di kota besar sering kali merasa terjebak dalam ritme harian yang sangat cepat hingga lupa memberi waktu bagi tubuh untuk sekadar bernapas lega.

Ritme kerja bertekanan tinggi ini secara perlahan menumpuk kadar hormon kortisol dalam darah yang berisiko merusak pembuluh darah serta mengganggu sistem metabolisme tubuh.

Banyak orang memilih olahraga berintensitas tinggi pada malam hari sebagai pelampiasan stres, padahal aktivitas fisik berat sebelum tidur justru membuat jantung bekerja ekstra keras.

Sebuah alternatif yang kini mulai banyak diminati oleh masyarakat urban adalah praktik *slow walking* atau berjalan kaki dengan tempo lambat sembari menikmati lingkungan sekitar.

Aktivitas bergerak santai ini tidak menuntut peralatan khusus maupun stamina prima, sebab Anda hanya membutuhkan kesadaran penuh untuk melepaskan diri sejenak dari gawai.

Mengapa Kecepatan Lambat Justru Menyembuhkan

Ketika Anda melangkah tanpa terburu-buru di area hijau terbuka, sistem saraf simpatik yang mengatur respon gawat darurat secara perlahan mulai berganti menjadi sistem parasimpatik.