Suara gemericik air pancuran dari kolam tua pesantren di pinggiran Bogor itu menyambut puluhan pekerja ibu kota yang sengaja melarikan diri dari riuk pikuk kepenatan kerja harian mereka.

Banyak kalangan profesional muda kini mulai melirik program retret kesunyian berbasis spiritualitas tradisional Islam sebagai sarana pemulihan jiwa yang retak akibat tekanan beban kerja berlebihan.

Tradisi yang dahulu identik dengan kehidupan para santri kelana ini menawarkan metode penyembuhan batin yang berfokus pada jeda total dari interaksi gawai serta gangguan dunia digital.

Para peserta diajak menyerahkan seluruh perhatian mereka pada irama napas, lantunan doa pelan, serta refleksi mendalam mengenai tujuan utama perjalanan hidup yang sering terlupakan.

Saat cahaya surya perlahan meredup di balik pegunungan, lantunan zikir bergelombang memenuhi ruang salat yang berlantai kayu jati tua tempat para tamu duduk bersila saling berdampingan.

Kembali Memeluk Sunyi di Tengah Riuk Pikuk

Pengalaman berdiam diri tanpa mengucapkan sepatah kata pun selama tiga hari berturut-turut memberikan ruang bagi pikiran untuk mereda dari kepungan arus informasi cepat yang tiada henti.