Suara deru mesin kendaraan dan denting notifikasi gawai sering kali menyita seluruh perhatian kita sepanjang hari tanpa menyisakan ruang sedikit pun untuk bernapas lega.

Banyak pekerja muda di ibu kota kini mulai menyadari betapa pentingnya menyisihkan waktu sejenak guna merawat kesehatan jiwa yang kian rentan tergerus oleh tekanan pekerjaan.

Perjalanan spiritual tidak lagi selalu identik dengan ziarah ke tempat jauh yang membutuhkan jeda libur panjang serta biaya operasional sangat besar.

Sejumlah komunitas lokal justru menginisiasi gerakan jeda sejenak di tengah kota dengan memanfaatkan sudut-sudut masjid maupun gereja tua yang tenang saat jam makan siang.

Mereka melepaskan jam tangan pintar serta mematikan telepon seluler selama tiga puluh menit demi merasakan sensasi keheningan yang murni tanpa gangguan dunia luar.

Praktik meditasi berbasis nilai keagamaan ini terbukti mampu menurunkan kadar hormon stres sekaligus meningkatkan konsentrasi pekerja saat harus kembali menyelesaikan tugas kantor.