“Pembinaan seperti ini sudah kami lakukan selama tiga tahun terakhir, bahkan sempat mendapat bantuan DAK 2022,2023,2024 dari Kementerian perindustrian dengan Tematiknya wisata sehingga makanan ringan menjadi salah satu objek yang bisa menarik wisata,” pungkas Riany.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong IKM Tanjungpinang lebih berkembang dan mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Disdagin Tanjungpinang juga memfasilitasi Uji Nutrisi produk Makanan IKM bekerja sama dengan BSPJI (Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri) Pekanbaru.

