“Budaya bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan. Seni bukan hanya hiburan, tapi cerminan nilai, etika, dan jati diri,” ujar Lis. Ia menambahkan, pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, seniman, hingga generasi muda.

Beragam pertunjukan ditampilkan dalam festival ini, seperti Tari Sumpah Sultan, stand-up comedy bertema budaya, celoteh budaya, hingga pengumuman pemenang lomba fashion show busana Melayu kontemporer.

Sebagai penutup, Tim KKN-PPM UGM menyerahkan plakat penghargaan kepada Wali Kota sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap kegiatan ini.

Festival Budaya Melayu ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga mendorong promosi warisan budaya Melayu ke tingkat nasional hingga internasional.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang inspiratif bagi generasi muda untuk mengembangkan budaya leluhur secara kreatif dan modern.