Menurutnya, berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah diterapkan di TPA Ganet berpotensi menjadi contoh sekaligus daya tarik edukatif bagi masyarakat dari dalam maupun luar Provinsi Kepulauan Riau.

Ia berharap Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui program Bima Sakti dapat menjadikan TPA Ganet sebagai destinasi edukasi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami berharap ini menjadi tolak ukur Pemerintah Kota Tanjungpinang ke depan, bahwa TPA ini dapat menjadi edukasi wisata baik bagi masyarakat dari luar maupun dari dalam Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.

Selain sebagai sarana wisata edukasi, Weni juga menilai TPA Ganet dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran bagi pelajar, khususnya tingkat SMA, untuk mengenal proses pengelolaan sampah dan manfaat produk hasil daur ulang.

“Kalau saja di sini bisa dijadikan edukasi wisata, kenapa tidak menjadi edukasi pembelajaran bagi siswa-siswi tingkat SMA tentang cara pembuatan kompos, paving blok, dan manfaat lainnya dari pengelolaan sampah,” tambahnya.