Kebakaran diduga terjadi korsleting listrik dimana kondisi rumah dalam keadaan kosong, menurutnya api bermula dari bagian depan.

“Karena ada genset, brankas didalamnya terdapat berkas berkas lama serta banyak tumpukan baju, lemari,” ungkapnya.

Saat proses pemadaman, api kembali membesar akibat dari tumpukan kasur bekas, dan pakaian bekas sehingga dilakukan pembongkaran.

“Karena posisi di bawah banyak kasur bekas, tumpukan pakaian bekas jadi kita bongkar dulu, saat ini kita lakukan pendinginan lagi biar tidak menimbulkan kobaran api lagi,” pungkas Dery.

Dalam proses pemadaman, personel terlibat, terdiri dari 20 anggota Polsek, 20 petugas Damkar, 10 personel BPBD, 1 Babinsa, serta sekitar 30 warga. Pemadaman dibantu oleh tiga unit mobil Damkar.