Diharapkan seluruh anggota Redkar untuk bersama-sama terlibat aktif untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul dari resiko bahaya kebakaran.

“Dinas Kebakaran harus informatif dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran sehingga tercipta sinergi antara dinas kebakaran dan masyarakat,” terang Hasan.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Lakukan Operasi Pencarian Seorang Mahasiswa Politeknik Batam Tenggelam Di Danau

Sementara itu, Kepala DPKP Tanjungpinang Agustiawarman mengatakan, pelatihan anggota Redkar dilaksanakan selama dua hari dari 26-27 September 2023.

“Seyogyanya saya mau melatih 180 orang Redkar, karena akibat rasionalisasi dan lain sebagainya akhirnya disesuaikan hanya 90 orang,” ujarnya.

Baca Juga: FBNRI DPD Kepri Goes To Kampus Beri Materi Penguatan Bela Negara di FKIP Umrah

Redkar dibentuk bukan bertugas memadamkan kebakaran, akan tetapi mereka sebagai pion terdepan dalam dalam hal melaporkan atau mengkoordinasikan segala macam terjadi kebakaran kepada DPKP.

“Selain pelatihan kita juga menyerahkan alat pemadam kebakaran Apar 3 buah kepada 18 Kelurahan se-Kota Tanjunpinang,” pungkas Agustiawarman.