Tanjungpinang — Memperingati Hari Pers Nasional, Pemko Tanjungpinang bersama Insan Pers melakukan Sebanyak Tujuh Puluh lima pohon di Halaman Quran Center Bukit Manuk Sei ladi Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota, Selasa ( 09/02 ).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Tanjungpinang, DPRD Tanjungpinang, Ketua PWI Tanjungpinang – Bintan, Ketua Gawat Tanjungpinang, serta beberapa organisasi pers dan OPD Pemko Tanjungpinang.
Ketua PWI Tanjungpinang – Bintan Zakmi mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah kota Tanjungpinang yang telah mensukseskan HPN ini dengan kegiatan menanam pohon.
” Terima Kasih Kepada Pemko Tanjungpinang yang telah sukseskan kegiatan ini, adapun tema pada HPN secara nasional Bebas dari Pandemic pers sebagai akselerator perubahan, ” ujar Zakmi.
Pimpinan OPD dan Ketua Organisasi Pers yang Hadir ( Foto: Indrapriyadi/ Harianmemokepri.com )
Sementara itu Walikota Tanjungpinang Hj Rahma dalam sambutannya menjelaskan Hari Pers Nasional ( HPN ) diperingati setiap tanggal 09 Februari setiap tahunnya.
” Peringatan HPN ini berdasarkan Keputusan Presiden nomor 5 tahun 1985 yang ditandatangani oleh presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985, Dalam perjalanannya sejarah pers nasional Indonesia memiliki kisah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila, ” ungkap Rahma.
Lebih lanjut Rahma mengatakan saat ini kita berada di era kemerdekaan pers, era keterbukaan pers, pers sebagai fungsi kontrol sosial dan setiap hari kita dibanjiri informasi opini, data, informasi yang beragam sehingga semuanya bisa melihat sendiri betapa mudahnya berita dan informasi yang kita peroleh setiap hari.
” Saya memiliki keyakinan bahwa ini nantinya justru akan mendewasakan kita, akan mematangkan kita serta menjadikan kita tahan di uji serta menjadi kekuatan kita untuk terus bisa bekerja demi kesejahteraan Kota Tanjungpinang, ” lanjutnya
” Tugas besar yang di hadapi oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang saat ini tentunya harus didukung bersama – sama, pers juga sebagai pilar keempat pilar demokrasi yang harus ada didalamnya, media sebagai arus utama tidak boleh luntur dalam menjunjung tinggi etika jurnalistik yang menuntut faktualitas dan objektivitas, ” pungkas Rahma.

