Tanjungpinang – Orang muda Khatolik bersama Pondok Pesantren Al Kautsar menyelenggarakan peringatan Internasional Day of Human Fraternity ( Hari Persahabatan Internasional ) di Lapangan Ponpes Al Kautsar Km 12 Kampung Sidomulyo, Sabtu ( 06/02 ).

Dalam peringatan ini perdana dilaksanakan serta dialog tentang dokumen dua tahun Abu Dhabi, dokumen ini selaras dengan dokumen internasional sebelumnya yang telah menekankan pentingnya agama – agama dalam membangun perdamaian dunia dan menjunjung tinggi hal – hal berikut

Satu Keyakinan yang teguh bahwa ajaran autentik agama mengundang kita agar tetap berakar pada nilai perdamaian, kedua kebebasan adalah hak setiap orang menikmati kebebasan berkeyakinan dan berpikir, ketiga keadilan yang berlandaskan belas kasihan adalah jalan yang harus diikuti untuk mencapai hidup yang bermartabat.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama ( FKUB ) Tanjungpinang Zubad Akhadi Muttaqin mengatakan kepada seluruh elemen lintas agama untuk bersama sama bekerja sama untuk menciptakan kedamaian dan kerukunan agar lebih baik.

” Jadi kita sudah mulai dari teman -teman Ansor dan Banser setiap hari besar keagamaan baik diminta maupun tidakpum selalu turun untuk membantu merajut kebersamaan, yang harus kita tanamkan bagaimana nilai nilai luhur kemanusiaan dan persatuan sesama anak bangsa untuk terus di Galang agar menjadi kemakmuran dan keberkahan dari Tuhan yang maha kuasa, ” ungkapnya.

Sementara itu, Romo Prambodo Ketua Gereja Katolik menjelaskan dalam dialog ini kita menekankan untuk merawat persaudaraan karena dalam rangka persahabatan manusiawi.

” Ini menjadi momen penting untuk dunia mengubah pola pikir dan paradigma baru dalam hidup bersama, sehingga nilai-nilai kemanusiaan yang harus kita tonjolkan dalam kehidupan bersama untuk mengatasi semua kehidupan terkadang menjadi sekat yang tidak perlu, “

” Sehingga dalam suatu ruang lingkup tertentu kita membentuk persaudaraan sejati yang bisa memanusiakan manusia dalam hidup bersama, ” pungkasnya.

Di Tempat yang sama Pengasuh Ponpes Al Kautsar KH Muhammad Supeno Menuturkan kami dalam mendidik anak-anak harus universal karena sangat penting sebab kedepannya anak didik bisa menjadi seorang pemimpin dengan dibekali pendidikan universal.

” Dalam pesantren ini kita berikan dasar – dasar seperti Akhlakul Karimah, Wawasan yang luas bahwa kita ini tidak hidup sendiri tidak Beragama sendiri kita memiliki saudara, ” ujar Supeno.

” Kita harus pandai dalam berbahasa karena dengan berbahasa itu nantinya kita berbuat lebih, saya berharap pembinaan persaudaraan, memupuk persahabatan, merangkul kekeluargaan sehingga hal ini bisa menjadi kebaikan, ” pungkasnya Supeno.