“Kami ingin komunikasi yang terjalin tetap positif, menghindari saling menyalahkan atau memperburuk persepsi yang dapat menimbulkan perpecahan. Meskipun masyarakat memiliki pandangan yang berbeda-beda, menjaga persatuan tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Acara buka puasa bersama itu juga diisi tausiyah oleh Ustadz Indra Koto. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa tantangan berpuasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan emosi serta hawa nafsu.

“Yang berat itu menahan lisan agar tidak julid, tidak ngomel, tidak nyinyir, apalagi menyebarkan hoaks,” ucap Ustadz Indra.

Ia berharap bulan Ramadhan menjadi momen untuk meningkatkan keimanan dan menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakapolresta AKBP Arif Bobby Rachman mengapresiasi peran serta insan pers yang selama ini mendukung tugas-tugas kepolisian.

Menurutnya, kemitraan yang kuat dengan media sangat dibutuhkan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di Tanjungpinang.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanjungpinang yang turut hadir juga menyatakan komitmennya untuk terus menjadi jembatan informasi yang objektif dan bermanfaat bagi masyarakat.